Thursday, August 30, 2012

Syarat Tumbuh Pala

Syarat Tumbuh Pala - Budidaya Petani. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikann supaya tanaman pala dapat tumbuh dengan baik. Berikut ini adalah Syarat Tumbuh Tanaman Pala di blog ini
Iklim Untuk Budidaya Pala
  • Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun.
  • Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan, curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan.
Media Tanam Pala
  • Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur, subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi.
  • Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5,5 – 6,5. Tanaman ini peka terhadap gangguan air, maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik.
  • Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan, agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang, maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng.
Ketinggian Tempat Untuk Budidaya Pala
  • Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m, produksitivitas tanaman akan rendah.[baca juga artikel kami yang lain yang berjudul Budidaya Pala  dan Hama dan Penyakit Tanaman Pala]

Tuesday, August 28, 2012

Hama Dan Penyakit Tanaman Pala

Hama Dan Penyakit Tanaman Pala - Budidaya Petani. Pada kesempatan ini akan disajikan tentang Hama dan Penyakit tanaman Pala, semoga bermanfaat.

Hama Tanaman Pala
Penggerek batang. Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0,5–1 cm, di mana didapat serbuk kayu.  Pengendalian yang dilakukan
  • menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya.
  • memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor, dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali.
Anai-Anai / Rayap. Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman, masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang. Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang, jika bercak hitam itu dikupas, maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang, insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut.
Kumbang Aeroceum fariculatus. Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala. Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. Di dalam biji tersebut, telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya.

Penyakit Tanaman Pala
Kanker batang. Gejala: terjadinya pembengkakan batang, cabang atau ranting tanaman yang diserang. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar, memangkas bagian yang terserang dan dibakar.
Belah putih. Penyebab: cendawan coreneum sp. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklat-coklatan pada bagian kuliat buah. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam. Pengendalian:
  • membuat saluran pembuangan air (drainase) yang baik; 
  • pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman.
Rumah Laba-Laba. Menyerang cabang, ranting dan daun. Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. Pengendalian: memangkas cabang, ranting dan daun yang terserang, kemudian dibakar.
Busuk buah kering. Penyebab: jamur Stignina myristicae. Gejala: berupa bercak berwarna coklat, bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi, yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm; pada kulit buah tampak gugusan-gugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. Pengendalian: kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi, misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon-pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabang-cabangnya yang berdaun rimbun, kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan, tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya; buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah; dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin, yakni 2–4 minggu sekali, baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini, fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb, karbendazim dan benomi.
Busuk buah basah. Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes, yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah; gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. 
Gugur buah muda. Gejala: adanya buah muda yang gugur. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida. [Budidaya Pala dan Syarat Tumbuh Tanaman Pala]
Demikian artikel tentang Hama dan Penyakit Buah Pala , semoga bermanfaat

Syarat Tumbuh Tanaman Pala

Syarat Tumbuh Tanaman Pala - Budidaya Petani. Berikut adalah syarat tumbuh tanaman pala.
A.Iklim Untuk Budidaya Pala
  • Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun.
  • Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan, curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan.
B. Media Tanam Pala
  • Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur, subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi.
  • Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5,5 – 6,5. Tanaman ini peka terhadap gangguan air, maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik.
  • Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan, agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang, maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng.
C. Ketinggian Tempat Untuk Budidaya Pala
  • Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 M, produksitivitas tanaman akan rendah. 
baca juga artikel tentang  
Budidaya Pala 
Manfaat Pala

    Manfaat Pala

    Manfaat Pala - Budidaya Petani. Manfaat pala adalah selain sebagai rempah-rempah, pala juga bermanfaat sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan juga kosmetik. Berikut adalah Manfaat Buah Pala tersebut.
    • Kulit, batang dan daun pala : Batang pohon pala hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Sedangkan kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri
    • Fuli : Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala, disebut “bunga pala”. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual di dalam negeri.
    • Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempah-rempah. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu, obat muntah-muntah dan lain-lainya.
    • Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan, misalnya: asinan pala, manisan pala, marmelade, selai pala, kristal daging buah pala. 
    Demikian artikel tentang Manfaat Pala tersebut, semoga bermanfaat.

    baca juga tentang  
    Budidaya Pala  
    Hama dan Penyakit Tanaman Pala

    Monday, August 27, 2012

    Budidaya Pala

    Budidaya Pala - Budidaya Petani.  Pada kesempatan kali ini blog Budidaya Petani akan membahas mengenai Cara Budidaya Pala dan beberapa informasi lain yang berhubungan dengan budidaya pala. Budidaya Pala banyak ditemui misalnya di daerah Sulawesi, Irian atau Aceh. Berikut artikel tentang budidaya tanaman pala tersebut.

    Pala merupakan tanaman buah asli Indonesia yang berasal dari Banda dan Maluku.Tanaman pala memiliki beberapa jenis yaitu: Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Ware, Myristica fattua Houtt, Myristica specioga Ware, Myristica Sucedona BL, Myristica malabarica Lam.
      Jenis pala yang banyak dibudidayakan adalah jenis Myristica fragrans, karena mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada jenis lainnya. Manfaat pala adalah selain sebagai rempah-rempah, pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan juga kosmetik.
      • Kulit, batang dan daun pala : Batang pohon pala hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Sedangkan kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri
      • Fuli : Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala, disebut “bunga pala”. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual di dalam negeri.
      • Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempah-rempah. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu, obat muntah-muntah dan lain-lainya.
      • Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan, misalnya: asinan pala, manisan pala, marmelade, selai pala, kKristal daging buah pala.
      Iklim Untuk Budidaya Pala
      • Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun.
      • Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan, curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan.
      Media Tanam Pala
      • Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur, subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi.
      • Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5,5 – 6,5. Tanaman ini peka terhadap gangguan air, maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik.
      • Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan, agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang, maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng.
      Ketinggian Tempat Untuk Budidaya Pala
      • Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m, produksitivitas tanaman akan rendah.
      Perbanyakan bibit dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji. Dalam hal ini biji yang digunakan berasal dari:
      • Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya.
      • Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas. Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih, yaitu: 
      - biji legitiem, yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui);
      - biji illegitiem, yaitu biji yang berasal dari tumpang sari tidak diketahui, tetapi asal putiknya jelas diketahui;
      - biji Propellegitiem, yaitu biji yang terjadi hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih.

      Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak. Buah pala bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat yaitu pohon dewasa yang tumbuhnya sehat; dan mampu berproduksi tinggi dan kwalitasnya baik.

      Biji-biji dari pohon induk terpilih yang akan digunakan sebagai benih harus diseleksi, yaitu dipilih biji-biji yang ukurannya besar dengan bobot minimum 50 gram/biji, berbentuk agak bulat dan simetris, kulit biji berwarna coklat kehitam-hitaman dan mengkilat, tidak terserang oleh hama dan penyakit. Buah pala yang dipetik dari pohon dan akan dijadikan benih harus segera diambil bijinya, paling lambat dalam waktu 24 jam biji-biji tersebut harus sudah disemaikan. Hal ini disebabkan oleh sifat biji pala yang daya berkecambahnya dapat cepat menurun.

      Tanah tempat penyemaian harus dekat sumber air untuk lebih memudahkan melakukan penyiraman pesemaian. Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus dipilih tanah yang subur dan gembur. Tanah diolah dengan cangkul dengan kedalaman olakan sekitar 20 cm dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1,5 cm dan panjangnya 5-10 cm, tergantung biji pala yang akan disemaikan. Bedengan dibuat membujur Utara-Selatan. Kemudian tanah yang sudah diolah tersebut dicampuri dengan pupuk kandang yang sudah jadi (sudah tidak mengalami fermentasi) secara merata secukupnya supaya tanah bedengan tersebut menjadi gembur. Sekeliling bedengan dibuka selokan kecil yang berfungsi sebagai saluran drainase.
      Bedengan diberi peneduh dari anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi sebelah Timur 2 m dan sebelah Barat 1 m. maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik itu persemaian itu terlindungi oleh peneduh.

      Tanah bedengan disiram air sedikit demi sedikit sehingga kebasahannya merata dan tidak sampai terjadi genangan air pada bedengan. Kemudian biji-biji pala disemaikan dengan membenamkan biji pala sampai sedalam sekiat 1 cm di bawah permukaan tanah bedengan. Jarak persemaian antar-biji adalah 15X15 cm. Posisi dalam membenamkan biji/benih harus rapat, yakni garis putih pada kulit biji terletak di bawah. Pemeliharaan pesemaian terutama adalah menjaga tanah bedengan tetap dalam keadaan basah (disiram dengan air) dan menjaga agar tanah bedengan tetap bersih dari gulma).

      Setelah biji berkecambah yaitu sudah tumbuh bakal batangnya. Maka bibit pada pesemaian tersebut dapat dipindahkan ke kantong polybag yang berisi media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang. Pemindahan bibit dari pesemaian ke kantong polybag harus dilakukan secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak.

      Polybag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami.
      Pemeliharaan dalam polybag terutama adalah menjaga agar media tumbuhnya tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah namun tidak tergantung air. Agar tidak tergenang air, bagian bawahnya dari polybag harus diberi lubang untuk jalan keluar air siraman/air hujan.
      Bibit-bibit tersebut dapat dilakukan pemupukan ringan, yakni dengan pupuk TSP dan urea masing-masing sektar 1 gram tiap pemupukan. Pupuk ditaruh di atas permukaan media tumbuh kemudian langsung disiram. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. Setelah bibit tanaman mempunyai 3–5 batang cabang, maka bibit ini dapat dipindahkan/ditanam di lapangan.

      Perbanyakan bibit tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya-pohon yang dicangkok. Hal yang diperhatikan dalam memilih batang/cabang yang akan dicangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak, pohon yang sudah berumur 12–15 tahun. Batang yang sudah berkayu, tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda.

      Cara mencangkok:
      • Batang dikelupas kulitnya dengan pisau tajam secara melingkar sepanjang 3–4 cm. Posisi cangkokan sekitar 25 cm dari pangkal batang/cabang. Lendir/kambium yang melapisi kayu dihilangkan dengan cara disisrik kambiumnya, batang yang akan dicangkok tersebut dibiarkan selama beberapa jam sampai kayunya yang tampak itu kering benar.
      • Ambillah tanah yang gembur dan sudah dicampuri dengan pupuk kandang dalam keadaan basah dan menggumpal. Kemudian tanah tersebut ditempelkan/dibalutkan pada bagian batang yang telah dikuliti berbentuk gundukan tanah. Gundukan tanah tersebut kemudian dibalut dengan sabut kelapa/plastik. Agar tanah dapat melekat erat pada batang yang sudah dikuliti,
        maka sabut kelapa/plastik pembalut itu diikat dengan tali secara kuat pada bagian bawa, bagian tengah dan bagian atas. Bila menggunakan pembalut dari palstik, maka bagian atas dan bagian bawah harus diberi lubang kecil untuk memasukkan air siraman (lubang bagian atas) dan sebagai saluran drainase (lubang bagian bawah). Bila pencangkokkan ini berhasil dengan baik, maka setelah 2 bulan akan tumbuh perakarannya. Jika perakaran cangkokkan itu sudah siap untuk dipotong dan
        dipindahkan keranjang atau ditanam langsung di lapangan.
      3) Perbanyakan Bibit Pala Dengan Cara Peyambungan (Enten Dan Okulasi)
      Perbanyakan bibit pala dengan sistem penyambungan adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. Sistem penyambungan ini ada dua cara, yakni:
      A. Penyambungan Pucuk (entern, grafting) : Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu :
      • Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar) 
      • Enten pangkas atau kopulasi 
      • Enten sisi (segi tiga)
      B. Penyambungan mata (okulasi) : Penyambungan mata ada tiga macam yaitu : 
      • Okulasi biasa (segi empat) 
      • Okulasi “T” 
      • Forkert 
      • Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi), tanaman sudah dapat ditanam di lapangan.
      Perbanyakan Cara Penyusuan (Inarching Atau Approach Grafting). Dalam sistem penyusuan ini, ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih besar jari tangan orang dewasa). Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
      • Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama.
      • Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu.
      • Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia.
        Setelah beberapa waktu, kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. Dalam waktu 4–6 minggu, penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. Jika batang atas daun-daunnya tidak layu, maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. Setelah 4 bulan, batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna. Jika telah tumbuh sempurna, maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam di lapangan.

        Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0,5% larutan hormaon IBA. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0,5%, biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya. Kemudian tiga bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak. Percobaan lain adalah dengan menggunakan IBA 0,6% dalam bentuk kapur. Penyetekan dengan menggunakan IBA 0,6%, biasanya setelah 8 minggu sudah terbentuk kalus di bagian bawah stek. Kemudian jika diperlukan untuk kedua kalinya dengan larutan IBA 0,5%, maka setelah 9 bulan kemudian sudah tampak perakaran.

        Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya, di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah aliran permukaan tanah/menghindari erosi. Pada tanah yang kemiringan 20% perlu dibuat teras-teras dengan ukuran lebar sekitar 2 m, dapat pula dibuat teras tersusun dengan penanaman sistem kountur, yaitu dapat membentuk teras guludan, teras kredit/teras bangku.

        Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan, bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik. Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu, bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. Setelah bibit-bibit tersebut ditanam, kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah.
        Bila bibit pala yang berasal dari cangkok, maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. Setelah bibit di tanam, lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam), terutama jika pembuatannya pada musim hujan, lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat. Dalam menggali lubang tanam, lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah, sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda. Setelah beberapa waktu, tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu, kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9x10 m. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m.

        Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman, maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat, misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam, lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa.
        • Penyulaman harus dilakukan dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik.
        • Pada akhir musim hujan, setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar. Pada waktu tanaman masih muda, pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP, Urea dan KCl. Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua, pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan.
        • Sebelum pemupukan dilakukan, hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon), kemudian pupuk TSP, Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan, setelah dilakuakan pada akhir musim hujan, maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman, tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
          Hama dan Penyakit Tanaman Pala

          Hama 
          Penggerek batang. Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0,5–1 cm, di mana didapat serbuk kayu.  Pengendalian yang dilakukan
          • menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya.
          • memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor, dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali.
          Anai-Anai / Rayap. Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman, masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang. Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang, jika bercak hitam itu dikupas, maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang, insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut.
          Kumbang Aeroceum fariculatus. Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala. Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. Di dalam biji tersebut, telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya.

          Penyakit 
          Kanker batang. Gejala: terjadinya pembengkakan batang, cabang atau ranting tanaman yang diserang. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar, memangkas bagian yang terserang dan dibakar.
          Belah putih. Penyebab: cendawan coreneum sp. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklat-coklatan pada bagian kuliat buah. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam. Pengendalian:
          • membuat saluran pembuangan air (drainase) yang baik; 
          • pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman.
          Rumah Laba-Laba. Menyerang cabang, ranting dan daun. Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. Pengendalian: memangkas cabang, ranting dan daun yang terserang, kemudian dibakar.
          Busuk buah kering. Penyebab: jamur Stignina myristicae. Gejala: berupa bercak berwarna coklat, bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi, yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm; pada kulit buah tampak gugusan-gugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. Pengendalian: kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi, misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon-pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabang-cabangnya yang berdaun rimbun, kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan, tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya; buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah; dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin, yakni 2–4 minggu sekali, baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini, fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb, karbendazim dan benomi.
          Busuk buah basah. Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes, yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah; gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. 
          Gugur buah muda. Gejala: adanya buah muda yang gugur. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida.

          Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua), yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari, maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah. Di Daerah Banda, dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun, yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan); panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan). Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal.

          Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar.

          Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan, buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah, fuli dan bijinya dipisahkan. Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu:
          • yang gemuk dan utuh;
          • yang kurus atau keriput; dan
          • yang cacat.
            Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang), jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %.
            Biji-biji pala yang sudah kering, kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji:
            • Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji.
            • Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji.
            • Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji.
              Isi biji yang sudah kering, kemudian dilakukan pengapuran. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah, yaitu:
              • Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok).
              • Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji.
              • Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk diangin-anginkan sampai kering.
                Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat, misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui.
                Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru, yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2)

                Pengeringan Bunga Pala (Fuli) dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam, kemudian diangin-anginkan. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. Warna fuli yang semula merah cerah, setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula.

                Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
                • Dengan tenaga manusia : Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus, sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun.
                • Dengan mesin : Cara ini banyak digunakan petani pala. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia, yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga, waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan. Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil.
                Untuk menentukan kualitas dari inti biji pala yang dihasilkan, kriteria yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
                A. Pala kupas ABCD:
                • bji relatif berat
                • bentuknya sempurna dan tidak keriput
                • tidak diserang hama/penyakit
                • tidak pecah/rusak mekanis.
                B. Pala kupas RIMPEL:
                • biji relatif berat 
                • berkeriput 
                • tidak pecah  
                • tidak diserang hama/penyekit
                C. Pala kupas B.W.P.
                • berkeriput
                • ada kerusakan mekanis
                • diserang hama dan penyakit
                • ringan
                  Dari hasil penyortiran kualitas biji tersebut, kita akan mendapatkan berat rata-rata yang berbeda, yakni:
                  1. Pala kupas ABCD dalam satu sak berat (90 kg).
                  2. Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat (80 kg).
                  3. Pala kupas B.W.P. dalam satu sak berat (75 kg).
                  Kriteria untuk menentukan standar kualitas fuli didasarkan pada warna, bentuk serta kematangan dari fuli. Kriteria kualitas fuli adalah:
                  1. Fuli I (moce one): dari buah yang sudah tua; keadaan fuli utuh; warnanya bagus (merah).
                  2. Fuli II (moce two): dari buah yang sudah tua; keadaan fuli tidak utuh lagi;
                  3. Gruis I dan II: fuli hancur; lapuk dan mudah pecah; warnanya hitam.
                  Khusus untuk Gruise II digunakan mesin penghancur untuk lebih menghaluskan fuli.
                  Kualitas biji pala ditentukan oleh:
                  1. Jarak tanam: jarak tanam bukan saja mempengaruhi kuantitas, tetapi menentukan kualitas pala yang dihasilkan. Dengan jarak tanam yang rapat biasanya kita akan dapatkan buah-buah yang kecil.
                  2. Pemeliharaan: pemeliharaan juga mempengaruhi kualitas pala yang dihasilkan. Akibat dari pemeliharaan yang tidak baik buah pala mudah diserang oleh hama atau penyakit (terbelah putih) sehingga kualitas buah kurang baik.
                  3. Cara pemetikan dan prosesing: buah yang dipetik pada waktu masih muda, biji dan fuli yang kita dapatkan kualitasnya akan rendah. Demikian pula dengan prosesing yang kurang baik, misalnya penjemuran yang dilakukan secara tergesa-gesa, biji pala yang dihasilkan tentu akan banyak yang pecah.
                  Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan, kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa.
                  • Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100, minimum jumlah contoh yang diambil 5.
                  • Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300, minimum jumlah contoh yang diambil 7.
                  • Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500, minimum jumlah contoh yang diambil 9.
                  • Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000, minimum jumlah contoh yang diambil 10.
                  • Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000, minimum jumlah contoh yang diambil 15.
                  • Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.
                    Tujuan pengemasan adalah mencegah kerusakan produk hingga ke tangan konsumen. Pengemasan yang umum adalah dengan karung plastik karena dapat mencegah kerusakan dalam waktu yang relatif lama. Pengepakan biji dan fuli pala dilakukan secara sederhana. Pala yang telah disortir dipak dengan menggunakan karung goni berlapis dua. Rata-rata dari setiap kualitas
                    pala adalah sebagai berikut:
                    • Pala kupas ABCD dalam satu sak berat 90 kg.
                    • Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat 80 kg.
                    • Pala kupas B.W.P. dalam satu sak berat 75 kg.
                      Khusus untuk pengepakan fuli biasanya dilakukan dalam peti kayu (triplek) dengan berat rata-rata 70-75 kg/peti. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pengepakan adalah: fuli yang akan dipak harus difumigasi terlebih dahulu. Pemberian fumigant pada biji pala dan fuli harus dilakukan di suatu ruang yang tertutup rapat selama 2 x 24 jam. Fumigant yang biasa digunakan adalah Methyl Bromida. 

                      Demikian artikel tentang Cara Budidaya Tanaman/ Pohon/ Buah Pala , Semoga bermanfaat.
                      baca juga
                      Budidaya Alpukat

                      Sunday, August 26, 2012

                      Cara Pemupukan Berimbang Pada Cabe

                      Cara, Pemupukan, Berimbang, Pada, Cabe, Cabai, Budidaya Cabe


                      Dosis dan frekuensi pemupukan yang dilakukan petani cabe di Ke. Kresna, Kab. Brebes, jelas luar biasa banyaknya. Padahal semakin banyak pupuk yang diberikan, kesuburan tanah meningkat, urat tanaman semakin banyak yang kadang-kadang bisa mengakibatkan kondisi tanaman lemah sehingga kalau ada antraknosa mudah terinfeksi.

                      Untuk itulah, Balai Penelitian hortikultura Lembang menganjurkan pemupukan berimbang.  paket yang disarankan pupuk kandang 20-30 ton/ ha, 50 kg urea, 150 kg ZA, 50 kg KCI dan100-150 kg TSP per hektar.

                      pemberiannya dilakukan secara bertahap. Pemupukan pertama pupuk kandang dan TSP dengan cara disebar. setelah tanaman tumbuh, sekitar sepuluh hari kemudian, diberikan lagi urea, ZA dan KCI. Pemupukan yang sama diulang pada bulan ketiga. Dosis yang dipakai setiap kali pemupukan cukup dengan membagi tiga jumlah dosis sesuai paket.

                      Kelebihan pemupukasn berimbang jelas lebih ekonomis. Biaya tenaga kerja berkurang dengan sedikitnya frekuensi pemupukan. Selain itu, terjadi peningkatan produksi sekitar 10% dari hasil rata-rata. Kualitas cabai juga lebih bagus.

                      Sistem pemupukan berimbang ini terutama ditujukan untuk lahan-lahan tadah hujan (bekas padi sawah). Hanya untuk lahan tadah hujan dan tanah jenis latosol, seperti yang banyak terdapat di Kersana, disarankan pemakain dolomit 1,5-3 ton/ha.

                      Karena cara pemupukan berimbang tidak sulit, paket ini bisa langsung diterapkan petani. yang perlu dilakuakn ialah menyadarkan mereka bahwa teknologi ini tidak akan menurunkan produksi tanaman cabe.

                      Cara Mempercepat Pertumbuhan Palem

                      cara, Mempercepat, Pertumbuhan, Palem, Budidaya Palem, Palem ekor tupai


                      Tak perlu menanti 8 tahun jika ingin memanen palem ekor tupai setinggi 3 meter. Percepatan pertumbuhan palem dimulai sejak persemaian. Biji palem lama berkecambah karena bakal tunas harus menembus tempurung yang keras, agar tunas cepat keluar biji harus dibebaskan dari kulit dan serabut.

                      Tiga Minggu Bertunas

                      Untuk memacu perkecambahan biji diletakan diatas tanah. Lalu disiram setiap hari hingga becek. Daging atau sabut yang manis mengundang semut menghabiskan serabut hingga membusuk. Dua minggu kemudian batok sudah kelihatan. Biji lantas dipindah kemedia persemaian.

                      Biji ditebar dalam pot berisi campuran tanah, pupuk kandang, dan serutan kayu dengan perbandingan seimbang. Pupuk kotoran kambing cocok untuk biji berkulit keras. Lalu siram sehari sekali setiap sore.

                      Tumbuh Lebih Cepat Dengan  Pupuk dan Pengairan Rutin

                      Setelah 3 minggu tunas keluar. supaya tidak repot untuk menyiramnya ada cara lain. setelah biji diletakan diatas media, siram basah lalu tutup pot dengan plastik. Selama 10 hari atau 2 minggu tidak perlu disiram. Akar sudah tumbuh.
                      Cara lain, biji direndam selama 3 hari lalu kulit dan daging buah digosok-gosok agar mengelupas. Kemudian biji ditiriskan dan dijemur sampai kering. Ketika akan disemai biji direndam lagi dalam larutan fungisida. Tujuannya supaya tempat akar keluar melunak. Lalu disimpan dalam kantung plastik ditempat teduh sampai berkecambah sebulan kemudian.

                      Setelah itu bibit dipindahkan ke polibag tunggal berisi media tanah, pupuk kandang, dan serutan kayu. Enam bulan kemudian ganti dengan polibag seukuran karung. Media campuran pasir, pupuk kandang, dan serutan kayu dengan perbandingan 1/2:1:2 atau 1:1:1. Gunakan pasir lumpur yang diambil dari dasar kolam atau sungai.

                      3 Kali lipat

                      Selama dipolibag bibit rutin dipupuk dan disiram. Gunakan pupuk ZA yang diberikan setiap  10 atau 20 hari sekali. Dosisnya 1/2 sedok teh untuk polibag kecil, 1 sedok makan untuk polibag besar. Pemupukan terutama diberikan pada bulan-bulan panas saat palem aktif tumbuh.

                      Penyiraman bibit 2 kali sehari dengan cara dileb seperti sawah. Semua palem memang tahan kering. Namun, pengairan terutama selama musim kemarau akan membuat pertumbuhannya lebih baik. Palem yang senang naungan sesitif terhadap kekeringan. Ia langsung layu dan daun langsung sobek-sobek. Hal sama berlaku pada palem jenis pendek sehingga membutuhkan penyiraman rutin. Setelah tinggi batang 45-50 cm bibit siap dipindahkan kelapang.

                      Cara Memperbanyak Palem Bismark

                      Cara, memperbanyak, palem, bismark, budidaya, palem bismark, cara memperbanyak palem



                      Perbanyakan palem bismark cukup sulit, sebab hanya bisa dilakukan lewat biji. Padahal untuk membentuk biji itu dibutuhkan lebih dari satu pohon. Ia memang bersifat dioecious (berumah dua), yakni alat kelamin jantan dan betinanya berada pada pohon yang berbeda.

                      Di Indonesia palem yang mulai terkenal keindahannya ini belum bisa menghasilkan buah, sebab ia berumah dua, artinya kelamin jantan (bunga jantan) dan betinanya (bunga betina) berada pada tanaman yang berbeda. Jadi ia harus diimpor dari Madagaskar tempat asalnya, atau dari Australia tempat palem bismark banyak ditanam.

                      Berbeda dengan palem ekor tupai, yang diimpor dalam bentuk buahnya, impor palem bismark adalah bijinya. Bentuk bijinya bulat, dengan sedikit tonjolan beralur membujur, biasanya berwarna cokelat kehitaman. Tempurungnya tebal dan teksturnya sangat keras.

                      Pengecambahannya memang agak sulit. Bahkan kalau salah, tunas yang diharapkan tidak akan pernah muncul, sebab rusak atau membusuk.

                      1. Biji yang baru datang dari luar negeri (impor) itu direndam dalam air selama lebih kurang 2 hari, untuk melunakkan bagian tempat keluarnya ‘akar’. Tujuannya agar air dapat masuk dan merangsang perkecambahan embrio.

                      2. Untuk mempercepat perkecambahan, bagian yang keras dekat keluarnya ‘akar’ itu dikerok dengan pisau atau dikikir sampai kira-kira ¾ bagian kulitnya aus. Perlakuan ini bisa meningkatkan viabilitas (daya tumbuh) biji, sebab tempurung yang keras itu sering terjadi penghalang terjadinya proses imbibisi (masuknya air kedalam embrio biji untuk merangsang perkecambahan) atau keluarnya akar.

                      3. Biji-biji basah tersebut lalu dimasukkan kedalam kantong plastic kedap air berwarna gelap untuk merangsang perkecambahan. Upayakan agar selama perlakuan ini kebersihan terjaga, dan hindari kontaminasi jamur atau bakteri pembusuk. Letakkan plastik tersebut di tempat teduh.

                      4. Biji yang bagus  akan berkecambah maksimal 3 minggu kemudian. Tapi kalau biji tersebut sempat dorman, maka perkecambahannya bisa sampai satu tahun.

                      5. Satu minggu sekali plastik dibuka untuk mengambil biji-biji yang telah berkecambah, dan selanjutnya biji-biji tersebut dimasukkan kedalam mos lembab selama 2-3 hari.

                      6. Bila ujung akar terlihat meruncing, biji tersebut dipindahkan ke dalam pot pesemaian dengan media pasir beton kasar yang telah dicuci bersih. Tinggi media kira-kira 20 cm.

                      7. Peletakan biji agak miring kebawah, supaya akar bisa langsung menembus media. Selanjutnya biji tersebut ditimbun pasir sedalam 10 cm, tapi jangan ditekan supaya tidak padat. Jumlah biji kira-kira 10-15 buah/pot ukuran 25 cm.

                      8. Tutuplah pot tersebut dengan plastik transparan dan simpan di tempat teduh supaya tidak kepanasan serta kelembapan media tetap terjaga.

                      9. Dua bulan kemudian, biji-biji tersebut beserta akar-akarnya terlihat muncul dipermukaan tanah. Biasanya 3 bulan setelah itu ujung daun mulai tersembul. Pemunculan daunnya unik, bukan dari lubang akar sebagaimana umumnya palem, melainkan dari ruas pertama ‘akar’.

                      10. Bibit boleh dipindahkan ke pot tunggal berukuran 15 cm x 25 cm, setelah panjang kecambahnya mencapai 25-30 cm, dan telah memiliki akar serabut yang cukup banyak. Medianya campuran tanah, pasir, dan humus, dengan perbandingan 1:1:1.

                      11. Jangan meletakkan pot ini di tempat yang terkena sinar matahari langsung, sampai kira-kira 2 daun muncul. Kemudian pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar. Media pot pembibitan kedua berupa pasir, tanah kebun, dan pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1:1. untuk memacu/mempercepat pertumbuhannya boleh juga ditambahkan pupuk daun,setiap 1-2 minggu sekali. Tanaman dalam pembibitan tahap kedua ini boleh terkena sinar matahari langsung.

                      12. Bila tanaman telah memiliki 3-4 helai daun yang terbuka, ia harus dipindahkan ke tanah supaya pertumbuhannya lebih cepat.

                      Cara Memperbanyak Heliconia untuk Pot

                      Cara, Memperbanyak, Heliconia, jenis heliconia


                      Asalkan rimpangnya ikut terbawa saat dipisahkan. Perbanyakan heliconia pasti berhasil, berikut cara-caranya :

                      a. Yang bisa dsipisahkan adalah rumpun telah mempunyai anakan cukup banyak dan pernah       berbunga. Biasanya dalam kondisi seperti itu, rimpang heliconia cukup panjang dan besar, sehingga memudahkan pemisahan dan mengurangi resiko kematian.

                      b. 1. Rumpun yang ditanam di tanah pemisahannya dilakukan dengan cara menggali tanah disekitar rumpun sampai rimpang tanaman kelihatan. Potong rimpang itu dengan pisau tajam dibagian yang ingin dipisahkan. Sebaiknya rimpang yang hendak dipisahkan memiliki tunas supaya pertumbuhannya cepat.

                      b. 2. Pemisahan pada rumpun dalm pot dilakukan dengan cara mengeluarkan tanaman dari dalam pot. kurangi tanahnya sampai rimpangnya tampak, lalu potong rimpang yang akan dipisahkan dengan pisau tajam.

                      c. Isi pot dengan campuran media tanah dan pupuk kadang dengan perbandingan 1 : 1 setengahj bagian pot. Kemudian masukan rimpang heliconia kedalamnya.  Timbundengan media yang sama sampai penuh, lalu tekan-tekan agar tanaman tegak dan kokoh.

                      d. Siram dengan air secukupnya, lalu tempatkan ditempat teduh sampai keluar tunas yang baru. Selanjutnya dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari penuh.



                      Budidaya Mawar Holland

                      Budidaya, Mawar, Holland, Budidaya mawar holland, Mawar merah, Mawar putih


                      Idealnya mawar ditanam di daerah yang berketinggian minimal 900 meter dpl. apabiala kurang dari itu kuncup bunganya kecil, suhu udara sebaiknya 15-22 derajat C, kelembapan 75%. Tanah gembur yang ber-pH netral sangat mendukung pertumbuhannya.

                      Bibit

                      Mawar hibrida umunya ditanam dari bibit, yang diimpor dalam bentuk setek yang sudah berakar. Ada 3 macam setek mawar impor menurut umurnya. Yang masih dalam bentuk setek mata tidur, sudah umur 6 bulan, dan yang lebih dari 6 bulan.

                      Dibuat bedengan

                      Setelah tanah diolah dan digemburkan, dibuat bedengan-bedengan untuk memudahkan penanaman dan perawatan. Lebar bedeng kira-kira satu meter, tinggi 12-25 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antara bedengan  30-50 cm.
                      Tiap satu meter persegi bisa ditanam 7-8 tanaman. Supaya tanaman tumbuh teratur, kiri kanan bedengan dibatasi dengan tali yang direntangkan dari satu ujung ke ujung lainnya.
                      Air dan Pupuk

                      Penanaman mawar dari bibit setek berakar bisa dipetik bunganya setelah 4-5 bulan. Tanaman akan terus menghasilkan bunga, dengan masa produktif 3-5 tahun. Selama  masa itu tanaman membutuhkan perawatan yang memadai.

                      Mawar tergolong tanaman yang banyak membutuhkan air, tapi tidak boleh berlebih. Setiap hari tanaman disiram dengan air secukupnya. Penyiraman pada areal yang luas dilakukan dengan drip system (sistem tetes air) bersamaan dengan pemupukan.

                      Untuk menghindari curah hujan yang berlebihan sebaiknya lahan di beri naunggan , misalnya, menanam mawar di bawah bangunan kayu yang beratap plastik.

                      Pruning dan Bending

                      Untuk produksi bunga potong, setiap taun tanaman perlu dipangkas atau pruning. Tujuannya untuk menumbuhkan tunas-tunas baru dan membuang bagian tanaman yang rusak. Untuk maksud ini dilakukan pemangkasan total batang/cabang tanaman, sekitar 15-30 cm diatas tanah. Kira-kira 8 minggu sejak pemangkasan itu tanaman sudah dapat dipetik bunganya lagi.

                      Kadang bunga dibutuhkan dalam jumlah banyak, tapi kondisi tanaman tidak memungkinkan, misalnya banyak batang yang telah tua, bunganya kecil dan tidak produktif, untuk mengatasi hal itu dapat dilakukan bending. Sebenarnya  bending ini dimaksudkan untuk mempercepat tumbuhnya tunas-tunas baru yang menghasilkan bunga.

                      Bending dilakukan kira-kira 8 minggu sebelum bunga dibutuhkan. Yang di-bending adalah batang yang sudah tinggi dan produksinya menurun, bunganya kecil-kecil. Dengan demikian akan diapatkan  bunga yang lebih besar dan bagus. Caranya, batang ditekuk atau dibengkokan tepat di dekat ruasnya. Setelah 2-3 minggu akan tumbuh tunas-tunas baru, maka batang lama dipangkas. Lima atau enam minggu kemudian tanaman sudah menghasilkan bunga.

                      Hama dan Penyakit

                      Untuk mengembalikan kerusakan karena hama dan penyakit seperti tungau, aphid dan thrip; dan infeksi cendawan mildew, seminggu sekali tanaman diseprot dengan pestisida yang sesuai. Sementara itu tanaman tetap disiram dan dipupuk.

                      Panen

                      Untuk tukuan komersial mawar dipanen sebelum mekar. dengan cara ini diharapkan bunga akan mekar sedikit demi sedikit ditangan konsumen.
                      Tangkai bunga dipotong sesuai dengan panjang tangkainya, Setelah itu dikelompokan berdasarkan panjang tangkai, warna atau jenisnya. Setelah itu dikelompokan berdasarkan panjang tangkai, warna atau jenisnya.
                      Di tingkat produsen bunga mawar diikat menurut kelompoknya, perikat berisi 20 tangkai bunga. Sebelum sampai ketangan floris, tangkai bunga direndam dalam air yang bersih.


                      Jenis Jamur Konsumsi yang Dibudidayakan

                      Jenis, Jamur, Budidaya, Konsumsi, Janur tiram, Jamur Payung, Jamur, Kancing


                      Ada puluhan sampai ribuan jenis jamur yang bisa ditemukan dialam. Namun yang sudah dibudidayakan hanya beberapa jenis saja, budidaya jamur yakni, terbatas pada jamur yang biasa dikonsumsi dan punya nilai ekonomis.

                      Bagi kehidupan manusia jamur terasa amat penting. Tanpa jamur mungkin orang tidak bisa membuat roti, tempe, tape, oncom, tauco, dan obat-obatan terkenal seperti penisilin.
                      Beberapa jenis jamur bahkan menjadi sumber makanan yang setara dengan daging, baik kelezatan maupun kandungan gizinya.

                      Sadar akan potensi jamur sebagai bahan makanan bergiz, pengadaannya tidak mengandalkan hasil ‘buruan’ dari alam, melainkan dari budidaya jamur yang serius dan perdagangan antarnegara. Nilainya cukup tinggi, dari ribuan sampai jutaan rupiah perkilogramnya. Jamur yang dibudidayakan umumnya dari Sub Klas Basidiomycetes. Ukuran tubuh buahnya cukup besar, dan banyak yang dapat dimakan.

                      Berdasarkan sistematika tumbuhan, Sub Klas basidiomycetes dibagi kedalam beberapa famili, diantaranya Tremellaceae, Auriculariaceae, Cantharellaceae, Boletaceae, dan  Agaricaceae. Tetapi dilapangan kita hanya mengenal dua kelompok  besar jamur yang biasa dimakan dan dibudidayakan (budidaya jamur), yaitu jamur merang dan jamur kayu. Sebutan ini lebih didasarkan atas media tumbuhnya dari pada atas ciri morfologinya, dengan system budidaya yang lebih canggih, pengelompokan ini dianggap kurang tepat.

                      Jenis-jenis Jamur

                      •     Jamur Merang/Padi
                      1.    Volvariella volvacea
                      2.    Agaricus spp

                      •     Jamur Kayu
                      1.    Jamur Kuping
                      2.    Jamur Tiram
                      3.    Jamur Payung

                      Jamur Tiram

                      Jamur, Tiram, Jamur tiram, budidaya jamur tiram, Jenis Jamur tiram


                      Jamur yang lebih popular dengan sebutan oyster mushroom ini mempunyai tangkai tudung tidak tepat di tengah seperti jamur payung, dan tudungnya pun tidak bulat benar, melainkan menyerupai cangkang tiram.

                      Ukuran dan warna tudungnya bervariasi, tergantung dari spesies masing-masing.
                      Misalnya, Pleurotus ostreatus (jamur tiram putih/white oyster/hiratake), warna tudungnya putih susu sampai putih kekuningan, dengan garis tengah 3-14 cm. Pleurotus sayor caju (jamur tiram abu-abu), warna tudungnya abu kecoklatan sampai kuning kehitaman, dengan lebar 6-14 cm, pleurotus cystidiosus/P. abalones (tiram coklat/tedokihiratake) yang dikenal dengan jamur’abalon’, warna tudungnya  keputihan, atau sedikit keabuan sampai abu-abu kecoklatan, dengan lebar 5-12 cm. Pleurotus flabellatus (jamur tiram pink/pink oyster/amyhiratake/sakura shimeji) mempunyai tudung mirip  P. ostreatus, hanya lebih lebar.

                      Jamur tiram dapat diusahakan didaerah beriklim sejuk, dengan suhu antara 15-25 derajat C dan kelembapan 80-95%. Budidaya jamur bisa menggunakan media batang kayu, serbuk gergaji, dan jerami. Pertumbuhannya sampai siap dipanen memerlukan waktu 4-8 minggu . Pemasaran jamur tiram umumnya dalam bentuk awetan dalam kaleng . Hanya sebagian kecil saja yang dipasarkan segar, karena banyak mengandung air, sehingga mudah rusak.





                      Jamur Merang atau Padi

                      Jamur, Merang, Padi, Jamur merang atau padi, budidaya jamur


                      Jamur merang telah lama dibudidayakan sebagai bahan pangan karena rasanya enak dan kaya protein, mineral serta vitamin. Daerah penyebarannya sangat luas, terbentang dari dataran cina,Thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia, sampai kepantai timur afrika.

                      Di indonesia sendiri budidaya jamur merang pertama kali berkembang didaerah sentra produksi padi, antara lain Indramayu, Karawang, dan Bekasi. Sekarang hampir di setiap daerah bisa ditemukan pengusahanya. Bahkan dengan teknologi yang lebih modern.

                      Disebut jamur merang karena media tumbuhnya berupa merang, meskipun sebenarnya tidak mutlak memerlukan merang. Media tumbuh lain yang mengandung selulosa seperti karton, kertas, kapas, daun pisang kering, eceng gondok, ampas batang aren, ampas sagu, ampas tebu, kulit buah pala, dan limbah kelapa sawit, dapat digunakan. Spesies-spesies yang terkenal dari kelompok jamur merang antara lain Volvariella volvaceae, dan agaricus spp.

                      Kedua spesies ini sama-sama mendapat perhatian penuh dari pada pengusaha jamur. Pengusahaannya sudah dalam skala besar, dan diproduksi dalam berbagai bentuk, yakni segar dan dikalengkan.

                      Volvariellavolvacea   

                      Jamur ini sering mewakili istilah jamur merang secara keseluruhan. Penyebarannya sangat luas karena mudah sekali dibudidayakan. Daerah beriklim panas dengan suhu 28-36 derajat merupakan kondisi yang paling cocok untuk pertumbuhannya.
                      Media tumbuh bisa berupa jerami, kapasecenggondok, daun pisang dan lain-lain. Lamanya pertumbuhan dari mulai penyebaran bibit sampai panen antara8-12hari. Sesuai dengan selera konsumen pemanenan biasanya dilakukan pada tingkat sebelum mekar, sedangkan yang sudah mekar tubuh buahnya hanya cocok untuk dijadikan ‘abon jamur’.

                      Volvariella volvacea dilihat dari warna tudungnya ada beberapa macam, putih bersih, abu-abu, dan hitam. Perbedaan warna warna itu bisadisebabkan oleh penggunaan bibitnya yang berbeda, atau karya masih laku dipasaran, karena konsumen punya selera sendiri-sendiri.
                      Tetapi untuk ekspor, jamur merang yang tudungnya hitamlah yang dicari.

                      Agaricus spp

                      Agaricus atau 'jamur bunga putih', termasuk kelompok jamur merang karena kesamaan media tumbuhnya, yakni jerami, kapas, ampas tebu, ampas aren, dan lain-lain. Spesiesnya sangat banyak, dari yang berwarna sangat putih, putih, sampai agak cokelat muda, kurang lebih berjumlah 142.

                      Misalnya yang cukup terkenal, yaitu Agaricus bitorquis (jamur bunga kancing/koharatake),A. bisporus (jamur bunga putih/tsukuritake), A. campestris (jamur bunga putih/haratake),  A.placomycetes (haratake-tedoki), dan A.silvaticus (teriharatake). Dalam perdagangan, Agaricus hanya dikenal dengan nama champignon.

                          Champignon dibudidayakan khusus didaerah beriklim sejuk/dingin, karena ia menghendaki suhu antara 15-20 derajat C untuk pertumbuhannya.  Itulah sebabnya champignon hanya bisa diusahakan dengan teknologi yang lebih tinggi, di kumbung-kumbung permanen yang diperlengkapi pendingin ruangan. Pertumbuhannya mermerlukan waktu sekitar 6 minggu, kemudian dipanen sebelum mekar.

                      Pemasarannya dalam bentuk segar bisa ke pasar-pasar swalayan, atau ke restoran internasional, dengan cara dikemas rapi dalam plastic seberat 500-1000 gram. Selain itu dapat juga diawetkan kering untuk ‘tepung jamur’, atau dikalengkan.

                      Jamur Payung

                      Jamur, Payung, Jamur payung, jamur tiram, jamur champignon, budidaya janur


                      Sebutan shiitake (jepang) justru yang paling popular untuk jamur payung ini (Lentinus edodes). Di jawa barat, khususnys  di daerah pangalengan shiitake terkenel dengan sebutan ‘jamur jengkol’. Karena bentuk dan aromanaya bagaikan jengkol. Tudungnya berukura 3-10 cm, berwarna kuning sampai kecoklatan, dengan tinggi tangkai 3-9 cm.

                      Waktu segar sedikit elastis, tetapi  setelah kering jamur payung menjadi liat. Negara yang banyak mengembangkannya adalah Jepang, Korea, Taiwan dan Sinapura. Harganya relative tinggi, karena selain rasanya enak, ia dipercaya berkhasiat mengobati kanker.

                          Shiitake bisa ditumbuhkan pada media serbuk gergaji dengan tambahan berkatul dan kalsiumkarbonat. Tetapi tentu saja di tanam pada batang kayu yang ditempatkan secara terbuka akan lebih baik dan menguntungkan, asal suhu memungkinkan. Shiitake cocok dibudidayakan didaerah beriklim dingin, dengan suhu sekitar 15-20 derajat .

                      Oleh karena itu, budidaya jamur perkebunan shiitake selalu berlokasi diketinggian antara 800-1000m dpl. Tubuh buah shiitake ditempat seperti ini akan dihasilkan setelah 5 minggu. Ia dapasarkan dalam bentuk segar atau dikeringkan dulu.

                          Selain jamur-jamur yang telah disebutkan diatas, masih banyak lagi jamur-jamur konsumsi yang sedang dikembangkan karena memiliki potensi cukup besar. Misalnya, jamur Ling Zhi (Ganoderma lucium), punya khasiat mencegah influenza, enak dimakan, dan bisa di jadikan hiasan. Jamur emas/jamur tauge/golden mushroom/kuritake (Flammulina velutipes), tubuh buahnya ramping mirip tauge, enak dimakan , dan budidayanya mudah sekali.

                      Jamur boletus (Boletus edulis), di eropa sangat terkenal karena bau, rasa, dan kelezatannya, terutama waktu jamur masih muda. Jamur Morel (Morchella esculenta), merupakan rajanya jamur di kawasa Eropa sebagaimana keterkenalannya shiitake di kawasan Asia Timur.
                      Jamur nameko atau jamur kepala monyet (Pholiota squarosa), meskipun tubuh buahnya berbulu namun rasanya enak, dan di Indonesia sudah pernah di budidayakkan, tetapi karena pemasarannya sepi tidak di kembangkan lebih lanjut.

                      Kemudian jamur black truffles (Tuber melanosporum) yang tumbuh dipermukaan tanah (kedalaman 10-30 cm), dan sangat diperlukan oleh pabrik cokelat di Swis atau sebagai bahan ramuan masakan Perancis. Harganya begitu mahal, sampai melebihi logam mas. 

                      Jamur Kuping

                      Jamur kuping, Jamur, Kuping, Jenis jamur, Budidaya jamur


                      Jamur ini mempunyai tubuh buah mirip daun telinga, lunak dan lentur sewaktu masih segar. Warna dan ukuran tubuh buahnya bervariasi, tergantung dari masing-masing spesies. Auricularia polytricha (jamur kuping hitam/black jelly/aragekikurage), warna tubuh buahnya keunguan atau hitam dengan lebar 6-10 cm, auricularia yudae (jamur kuping merah/red jelly/kikurage), tubuh buahnya kemerahan dengan ukuran relative lebih lebar, sedangkan Tremella ficiformis (jamur kuping agar/white jelly/sirokikurage), warnanya putih dengan ukuran lebih kecil dan tipis. Kesemua jenis jamur itu banyak digemari sebagai makanan  khas  China.

                          
                      Jamurkuping dapat ditanam didaerah beriklim dingin sampai panas, budidaya jamur ini membutuhkan suhu antara 12-36 derajat C. Sebagai media tanam bisa digunakan potongan batang kayu kering yang dilubangi, atau serbuk gergaji yang dimasukkan kedalam polybag. Selama pertumbuhannya, mulai dari penanaman bibit sampai panen memerlukan waktu kurang lebih 3-4 minggu. Pemasaran umumnya dalam keadaan kering, tetapi tidak sedikit pula konsumen yang menghendaki segar.


                      Empat Cara Mengawetkan Jamur Tiram

                      Cara, mengawetkan, jamur, tiram, Cara mengawetkan jamur tiram


                      Ditemukan teknologi mengawetkan jamur tiram, sehingga daya tahannya meningkat dari hanya tiga hari menjadi sebulan lebih. Bahkan kalau dikalengkan ia tahan dua tahun.
                      Di Jepang, Taiwan, Hongaria, Prancis dan Swis, Jamur kayu ini biasanya dikalengkan. Di Indonesia, Ir. Tien R. Muchtadi dari Fakultas Teknologi Pertanian, IPB mencoba memperpanjang masa simpan jamur tiram dengan empat cara : pengawetan segar, pengalengan, pengeringan dan irradiasi.

                      Pengawetan Segar

                      Cara ini disebut pengawetan segar karena jamur disimpan dalam keadaan basah dan tidak dimasak. Disini jamur diawetkan dengan bantuan natrium bisulfit 0,1-0,2%. Dosis itu masih dibawah aturan Departemen Kesehatan yang mensyaratkan pemakain pengawet kimiawi maksimal 0,3% (di bawah 3.000 ppm. Natrium bisulfit dipakai karena ia bersifat anti mikroba dan menghambat proses perubahan warna jamur dari putih menjadi kecokelatan akibat reaksi enzim polifenolase pada jamur karena pengaruh udara.

                      Pengawetan segar mampu memperpanjang masa simpan jamur sampai satu bulan tanpa perubahan rasa, warna, bau. Menurut Tie Muchtadi, cara ini cocok diterapkan pada industri rumah tangga karena mudah pelaksanaannya.

                      Langkah pertama, jamur dipotong tanggkainya dan dicuci sampai bersih. Setelah itu jamur yang nama lainnya shimeiji ini diblanching (direbus) dengan larutan 0,1% asam sitrat selama lima menit pada suhu 65%C.

                      Tahap berikut, jamur yang sudah aga lunak dicuci dengan air matang dan ditiriskan. Setelah semua air keluar, ia direndam lagi dalam larutan garam (NaCI), asam sitrat 0,5% dan natrium bisulfit 0,1-0,2%, berikutnya jamur bersama larutannya dimasukan ke dalam botol tertutup dan disimpan.

                      Pengaleng

                      Jamur yang dikalengkan disimpan selama dua tahun tanpa terjadi perubahan rasa, warna dan bau. Tiga tahap pertama dalam proses pengalengan sama dengan pengawetan segar. Cuma setelah direbus dan ditiriskan, jamur dimasukan ke kaleng bersama-sama air dingin yang matang, natrium bisulfit dan garam secukupnya.

                      Kaleng yang masih terbuka tutupnya itu kemudian direbus di panci dengan air mendidih selama 5-10 m3nit agar udara dalm kaleng keluar. Setelah itu kaleng ditutup dan disterilisasi dengan cara merebus kaleng selama 35 menit pada sushu 100%C. Setelah dingin, baru disimpan.

                      Irradiasi

                      Cara ini merupakan yang paling mudah. Jamur tiram yang sudah bersih dikemas dalam wadah seperti piring kemudian ditutup plastik polietilen. Jamur dalam wadah itu kemudian diirradiasi dengan sinar gamma cobalt 60. Teknik ini bisa mengawetkan jamur satu bulan. Repotnya, petani terpaksa menghubungi Batan (Badan Tenaga Atom Nasional) untuk "menyinari" jamurnya.

                      Pengeringan

                      Pengeringan dilakukan dengan alat khusus yang dinamakan fresh drier. Tujuannya agar jamur tidak keriput dan berubah warna. Caranya, setelah direbus dan direndam dalam larutan natrium bisulfit selama 10 menit, jamur dimasukan ke freezer agar membeku. Seterusnya ia dimasukan lagi ke fresh drier selama 5-6 jam, baru dikemas dengan plastik polipropilen. Cara ini sanggup mengawetkan jamur tiram sampai enam bulan.









                      Jamur Kayu

                      Jamur Kayu, Jamur, Kayu, budidaya jamur, jenis jamur


                      Jamur kayu menempati posisi yang tidak kalah penting dengan jamur merang, bahkan tidak bisa tergantikan. Selain mengandung nilai gizi tinggi, jamur kayu juga berkhasiat memyembuhkan penyakit, seperti kanker, influenza, dan kaligata/biduran.

                      Budidaya jamur kayu kini mulai berkembang sehubungan dengan permintaan pasar dunia yang semakin meningkat. Hal ini dapat kita lihat dari cara penanganan budidayanya yang cenderung menggunakan teknologi modern.

                      Disebut jamur kayu karena di alam jamur ini biasa tumbuh pada batang kayu lapuk. Dengan teknologi cangih, media tumbuh  jamur kayu ini tidak terbatas pada kayu atau serbuk gergaji, melainkan kapas,  ampas tebu, ampas aren, dan lain-lainnya. Lama-lama sebutan jamur kayu mungkin akan hilang. Jenis yang termasuk jamur kayu diantaranya ialah, jamur kuping, jamur tiram, dan jamur payung.